Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencapai target kinerja kesehatan pada 2026.

Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Pangkalanbaru, Selasa, mengatakan program P2P menjadi instrumen penting dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular, seperti tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, kusta, diabetes melitus, dan hipertensi.

“Penguatan program P2P menjadi langkah strategis dalam menekan angka kasus penyakit di masyarakat,” kata Efrianda saat menghadiri rapat koordinasi dan sosialisasi program P2P di sebuah hotel di Kecamatan Pangkalanbaru.

Ia menjelaskan upaya yang dilakukan antara lain peningkatan cakupan imunisasi, skrining atau deteksi dini, edukasi perilaku hidup sehat, serta pengendalian vektor penyakit.

Pemerintah daerah setempat juga mendorong penguatan program di tingkat daerah melalui advokasi, komunikasi, dan mobilisasi sosial, serta optimalisasi tata laksana penyakit di seluruh jejaring layanan kesehatan.

“Penguatan surveilans epidemiologi dan inovasi di bidang kesehatan juga menjadi fokus dalam pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Efrianda mengatakan, pada 2025 masih terdapat sejumlah indikator yang belum mencapai target, di antaranya skrining usia produktif, skrining HIV, penemuan dan pengobatan TBC, serta cakupan imunisasi.

Menurut dia, rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sarana memperkuat koordinasi dan integrasi lintas sektor agar target 2026 dapat tercapai secara optimal.

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 April 2026 itu membahas sejumlah agenda strategis, termasuk kebijakan program P2P, peran dinas pendidikan dalam pelaksanaan imunisasi di sekolah, penguatan deteksi dini dan tata laksana stroke, serta evaluasi program penyakit menular, kesehatan jiwa, penyakit tidak menular, surveilans, dan imunisasi.

Forum tersebut juga membahas perencanaan program P2P tahun anggaran 2027 beserta rencana tindak lanjutnya.

Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada puskesmas dengan capaian terbaik, di antaranya Puskesmas Sungaiselan, Puskesmas Lubuk Besar, dan Puskesmas Pangkalanbaru untuk capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2025.

Sementara untuk capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025, penghargaan diberikan kepada Puskesmas Lubuk Besar, Puskesmas Namang, dan Puskesmas Simpangkatis.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026