"Saat ini hasil tangkapan menurun karena kapal-kapal besar yang menggunakan alat tangkap tersebut sudah memasuki wilayah tangkapan nelayan tradisional sehingga kami sulit untuk meningkatkan hasil tangkapan,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Nelayan tradisional di Kota Pangklpinang, Provinsi Bangka Belitung, mengeluhkan alat tangkap ikan jenis purse seine yang beroperasi di sekitar wilayah tangkapan mereka sehingga berdampak terhadap menurunnya hasil tangkapan.
"Saat ini hasil tangkapan menurun karena kapal-kapal besar yang menggunakan alat tangkap tersebut sudah memasuki wilayah tangkapan nelayan tradisional sehingga kami sulit untuk meningkatkan hasil tangkapan," kata seorang nelayan, Acin di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, penurunan hasil tangkapan berdampak terhadap perekonomian keluarga nelayan sehingga sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seiring harga kebutuhan pokok tinggi.
"Harga kebutuhan pokok berangsur naik sementara hasil tangkapan menurun dan tidak sebanding dengan biaya yang kami keluarkan untuk melaut karena sering mengalami kerugian saat menjual hasil tangkapan," ujarnya.
Menurut dia, kapal-kapal besar yang menggunakan alat tangkap itu seharusnya tidak beroperasi di wilayah tangkapan nelayan tradisional karena itu sangat mengganggu dan mempengruhi hasil tangkapan nelayan tradisional.
"Alat itu bisa menangkap hingga tiga ton dalam sehari sedangkan kami butuh berminggu-minggu untuk menghasilkan tangkapan sebanyak itu. Jika alat itu tetap beroperasi di wilayah tangkapan nelayan tradisional, bisa saja kami tidak mendapatkan ikan," ujarnya.
Demikian juga dengan Anto, nelayan lainnya yang mengeluhkan alat tangkap ikan itu karena sudah memasuki wilayah tangkapan nelayan sehingga ia harus lebih lama dilaut dibanding sebelumnya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Ia berharap, pemerintah daerah segara mengambil kebijakan terhadap pengguna alat tangkap itu dan segera meningkatkan kesejahteraan perekonomian keluarga nelayan tradisional.
"Kami harapkan pemerintah segera mengambil tindakan karena ini juga menyangkut kesejahteraan keluarga nelayan kecil, dan semoga saja kapal itu dilarang untuk beroperasi di wilayah tangkapan nelayan tradisional," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026