"Desa siaga bencana ini akan dibentuk di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Barat,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan menambah jumlah desa siaga bencana untuk mencegah korban jiwa akibat bencana alam tersebut.

"Desa siaga bencana ini akan dibentuk di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Barat," kata Kepala Dinkesos Babel Roni A Rachman di Pangkalpinang, Rabu.

Pembentukan desa siaga bencana tahun ini, kata dia, difokuskan di Kota Pangkalpinang dan Bangka Barat karena dua wilayah tersebut belum memiliki desa atau kelurahan siaga bencana alam.

Pada tahun lalu, Dinkesos Babel telah membentuk desa siaga bencana di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

"Saat ini, kami masih menunggu desa yang akan diajukan pemerintah kabupaten/kota untuk dijadikan desa siaga bencana," ujarnya.

Menurut dia, pembentukan desa siaga bencana ini sangat penting dan sangat membantu pemerintah dalam menanggani korban bencana.

Misalnya, dalam mengevakuasi korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Bangka Tengah pada Sabtu (7/2) hingga Selasa (10/2), peran warga yang sudah dilatih menangani bencana sangat membantu tim evakuasi korban yang diturunkan pemerintah.

"Warga di desa siaga bencana tersebut aktif membantu petugas dalam mengevakuasi dan menyalurkan berbagai makanan, selimut kepada warga lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan warga di desa siaga bencana ini akan mendapatkan pelatihan khusus dalam penanggulangan bencana, misalnya pelatihan memetakan jalur proses evakuasi, pendirian tenda darurat, hingga membuat dapur umum.

Tidak hanya pelatihan teknis saja, kata dia, warga juga dibekali materi seputar bencana dan memberikan bantuan peralatan dalam menangulangi korban bencana.

"Warga yang mendapatkan pelatihan ini, akan menjadi orang pertama yang bertugas melakukan penyelamatan, jika sewaktu-waktu terjadi bencana, keberadaan desa siaga bencana ini akan mengurangi resiko jatuhnya korban jiwa," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026