"Saya dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan kepada warga jangan BAB sembarangan,"Koba (Antara Babel) - Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, bertekad menjadi daerah yang terbebas dari perilaku masyarakat yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat.
"Saya dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan kepada warga jangan BAB sembarangan," kata Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman Johan dalam acara program KB gratis di Desa Lampur, Minggu.
Erzaldi menegaskan hal itu karena dinilai masih banyak warga terutama yang tinggal di pelosok kampung berperilaku "jorok" yaitu buang air besar di sembarang tempat.
"Saya tidak ingin melihat ada warga yang buang air besar sembarangan, misalnya buang air besar di hutan, kebun atau tempat pemandian umum," ujarnya.
Ia menyatakan, perilaku buang air besar sembarangan membuat tingkat kesehatan masyarakat menjadi menurun karena bau yang ditimbulkannya bisa mengundang penyakit.
"Kalau ada warga yang masih terbiasa buang air besar sembarangan, maka saya akan datangi warga itu dan saya nasehati. Ini saya lakukan karena saya ingin masyarakat hidup sehat," ujarnya.
Ia menjelaskan, kotoran manusia bisa menjadi sumber penyakit di antaranya diare dan penyakit lainnya maka harus dihindari agar masyarakat tetap sehat.
"Saya pernah menghadiri acara nganggung (makan bersama) di suatu kampung, saya tidak berselera untuk makan karena tempat lokasi nganggung tersebut berada dekat dengan tempat masyarakat buang air besar dan berdekatan dengan lokasi pemandian umum sehingga aromanya tercium," ujar Erzaldi.
Erzaldi berharap Bangka Tengah benar-benar sehat, untuk menuju sehat diawali dengan tidak buang air besar sembarangan dan harus dimulai dari sekarang.
"Baru-baru ini juga sudah ada pendeklarasian Stop BAB sembarangan yang dilakukan sejumlah desa, saya ingin desa tersebut komitmen dan desanya benar-benar aman dari prilaku demikian," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.