"Jadi pertemuan informal biasa, tidak bicarakan cawapres,"Jakarta (Antara Babel) - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo mengakui bahwa pernah satu kali bertemu dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad namun bersama dengan empat orang lainnya dan tidak membicarakan soal calon wakil presiden.
"Betul memang saya pernah sekali bertemu dengan Pak Abraham Samad, tapi bukan empat mata, kita lima pasang mata ada yang lain, Hasto, ada satu teman saya dan juga Supriansyah," kata politisi PDI-P Tjahjo Kumolo saat dengar pendapat dengan komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin.
Komisi III DPR hari ini memanggil lima orang yakni Andy Widjajanto, Tjahjo Kumolo, Supriansyah, Hendropriyono dan Feriyani untuk didengar keterangan terkait pernyataan Wasekjen PDI-P Hasto Kristianto yang menyatakan ketua KPK telah melanggar etik karena telah bermain politik untuk mencalonkan diri sebagai calon wapres dari Jokowi.
Lebih lanjut Tjahjo menjelaskan bahwa dirinya bertemu dengan Abraham Samad karena diajak. Tjahjo menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak dibicarakan soal kemungkinan cawapres.
"Jadi pertemuan informal biasa, tidak bicarakan cawapres," kata Tjahjo.
Sementara Andy Widjajanto menjelaskan bahwa dirinya pada saat ini merupakan salah satu dari tim 11 yang dibentuk PDI-P untuk mencarikan siapa pasangan yang tepat bagi Jokowi. Menurut Andy pada saat itu sudah ada keputusan bahwa yang akan dimajukan sebagai capres oleh PDI-P adalah Jokowi dengan siapa, dan bukannya Megawati.
"Dari kajian dan penelusuran Tim 11 ada 100 nama yang kemungkinan bisa mendampingi Jokowi. Tapi kemudian mengerucut ke tujuh nama dimana salah satunya ada nama Jusuf Kalla dan Abraham Samad," kata Andy.
Menurut Andy, tugas tim 11 adalah menyakinkan Ketum PDI-P Megawati dan Jokowi untuk memutuskan dengan siapa pasangan Jokowi.
Andy menjelaskn untuk itu dilakukan penjajagan dan pertemuan dengan tujuh nama yang ada.
"Dengan Pak JK kami bertemu hingga tujuh kali dan pernah bertemu lengkap dengan tim 11 di kediaman Pak JK," kata Andy.
Namun tambah Andy dengan Ketua KPK Abraham Samad tidak bisa leluasa melakukan pertemuan karena posisi beliau.
"Saya sekali ketemu dengan Pak Abraham Samad saat pileg bandara Yogyakarta, karena pas ada jadwal yang sama," kata Andy.
Pewarta: Jaka SuryoEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.