"Kami siap mengelar operasi pasar, jika sudah ada permintaan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk menekan kenaikan harga beras di masyarakat,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Perum Bulog Subdivre Bangka, Bangka Belitung (Babel), menyiapkan 500 ton beras untuk kegiatan operasi pasar (OP) di sejumlah pasar tradisional daerah itu.

"Kami siap mengelar operasi pasar, jika sudah ada permintaan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk menekan kenaikan harga beras di masyarakat," kata Kepala Bulog Subdivre Bangka Nur Untung Wahyudi di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, sebanyak 500 ton beras tersebut dikhususkan untuk kegiatan operasi pasar.

"Jika beras yang disediakan kurang, maka kami akan menambahnya, karena stok di gudang mencapai 2.000 ton dan cukup untuk kebutuhan masyarakat tiga bulan kedepan," ujarnya.

Namun demikian, kata dia, sampai saat ini belum ada permintaan kegiatan operasi dari pemerintah daerah untuk menekan kenaikan harga beras yang telah mencapai enam persen.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPS, kata dia, harga beras di sejumlah pasar tradisional se-Babel, selama Februari 2015 mengalami kenaikan enam persen, karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera berkurang.

"Jika permintaan OP dari pemerintah daerah tidak ada, maka kami tidak bisa menyalurkan beras murah ini," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan OP ini dapat menekan kenaikan harga beras di masyarakat yang cukup tinggi dan membantu masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Berdasarkan perkembangan berita di media massa, kenaikan harga beras ini sudah memberatkan ekonomi masyarakat miskin, apalagi kondisi ekonomi yang kurang membaik seiring harga komoditas lada putih, karet dan hasil tambang timah masyarakat anjlok," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026