"Kegiatan mural atau melukis dengan media dinding secara bersama-sama ini merupakan salah satu sumbangsih kami dalam memberi warna lain untuk menunjang pariwisata di Kota Muntok,"Muntok (Antara Babel) - Sejumlah perupa, Muntok, Kepulauan Bangka Belitung, menggelar kegiatan mural atau melukis dinding secara bersama-sama di beberapa lokasi strategis dengan mengangkat tema budaya lokal.
"Kegiatan mural atau melukis dengan media dinding secara bersama-sama ini merupakan salah satu sumbangsih kami dalam memberi warna lain untuk menunjang pariwisata di Kota Muntok," ujar peserta mural, Arif 'Pakwe' di Muntok, Senin.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut sengaja melibatkan sejumlah perupa, mulai dari proses desain, sketsa hingga penggarapan dan proses pengumpulan material cat.
Hal itu sengaja dilakukan untuk meringankan beban kerja dalam berkarya sekaligus agar karya yang dihasilkan lebih bervariasi.
"Kami juga ingin menerapkan kembali budaya kebersamaan atau yang lazim disebut gotong royong dalam setiap karya mural. Kami berharap adanya kebersamaan ini akan memacu kami untuk lebih produktif dalam berkarya," kata dia.
Pegiat seni rupa lainnya, Anung mengatakan konsep karya yang diusung dalam mural bersama ini seluruhnya akan berbicara mengenai budaya lokal, seperti nganggung, becampak, tutur dan sejarah Muntok.
Menurut dia, karya bertemakan budaya lokal sengaja ditampilkan agar masyarakat sadar bahwa sebenarnya mereka memiliki budaya yang bernilai tinggi dan bisa diekplorasi lebih dalam untuk menghasilkan karya seni.
"Kami sengaja tidak mengangkat kritik sosial dan politik dalam karya bersama ini agar tidak ada yang merasa tersakiti dan kami berharap karya ibadah ini bisa diterima seluruh pihak demi kemajuan pariwisata daerah, sekaligus membangun kembali rasa solidaritas dan kebersamaan sesama pegiat seni rupa di Muntok," kata dia.
Kegiatan "Mural Warna Budaya Muntok" digelar sejak seminggu lalu di tembok pagar dengan panjang sekitar 60 meter di samping rumah dinas Wakil Ketua DPRD setempat dengan lukisan bertemakan budaya nganggung.
"Setelah lokasi itu, setiap Sabtu dan Minggu kami akan merambah dinding-dinding lain yang lokasinya dinilai cukup strategis dengan karya bertemakan budaya lokal. Kami harapkan bantuan seluruh pihak demi kelancaran kegiatan suka rela itu dan eksistensi para perupa Muntok dalam berkesenian," kata dia.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026