"Saat ini, intensitas pengawasan sembako, khususnya beras di gudang-gudang distributor ditingkatkan, untuk mencegah kenaikan harga sembako akibat pratik curang pedagang,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) memperketat pengawasan pendistribusian dan stok sembako di gudang distributor untuk mencegah praktik penimbunan.
"Saat ini, intensitas pengawasan sembako, khususnya beras di gudang-gudang distributor ditingkatkan, untuk mencegah kenaikan harga sembako akibat pratik curang pedagang," kata Kepala Disperindag Babel Yuriswan di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, praktik penimbunan sembako ini cukup rawan, di saat harga sembilan bahan pokok ini masih bertahan tinggi.
"Sampai saat ini, kami belum menemukan praktik penimbunan sembako ini dan harga kebutuhan warga ini masih tinggi karena harga barang di daerah asal juga masih tinggi," ujarnya.
Namun demikian, kata dia, apabila ditemukan pedagang yang melakukan penimbunan sembako, maka akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku yang menimbulkan efek jera.
"Kami bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengawasi dan mencegah penimbunan sembako ini, menginggat harga berbagai kebutuhan masyarakat masih tinggi dan cenderung mengalami kenaikan," ujarnya.
Menurut dia, praktik penimbunan barang sangat merugikan warga, karena harga akan melambung tinggi akibat stok barang di masyarakat kurang.
"Kondisi harga tinggi ini dapat dimanfaatkan pedagang nakal untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan, kata dia, saat ini, stok beras di gudang distributor mencapai 5.280 ton atau mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah itu.
Sebanyak 5.280 ton beras tersebut tersebar di gudang distributor PT Bina Purnama Bersama sebanyak 100 ton, PT Bangka Alam Sejahtera sebanyak 400 ton, PT Cahaya Abadi 35 ton, Akon 2.000 ton, Bulog 200 ton, Toko Hartono 25 ton.
Selanjutnya, stok beras di gudang distributor toko Kim Nyuk 30 ton, UD Mawar Jaya 375 ton, CV. As sebanyak 35 ton dan PT Globus Internusa 280 ton beras.
"Saat ini, harga beras masih bertahan Rp12.000 per kilogram karena harga beras di daerah asal juga masih tinggi," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.