"Selama ini, inflasi daerah ini di atas rata-rata nasional sehingga harus ditekan agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga berbagai bahan pokok,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) menekan tingkat inflasi di daerah itu dengan menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

"Selama ini, inflasi daerah ini di atas rata-rata nasional sehingga harus ditekan agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga berbagai bahan pokok," kata Irman Gusman di Pangkalpinang saat kunjungan kerja ke Provinsi Babel, Sabtu.

Ia mengatakan tingkat inflasi yang tinggi bisa ditekan asal Pemprov Babel tahu masalah atau penyebab utama inflasi tersebut.

"Pemerintah provinsi, kabupaten-kota harus turun langsung ke pasar-pasar untuk mengetahui apa masalah atau penyebab utama inflasi ini," ujarnya.

Menurut dia, jajaran pemerintah daerah harus turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi stok dan distribusi kebutuhan bahan pokok masyarakat itu.

"Jangan sampai terjadi kekosongan persediaan beras, gula pasir, cabai, bawang merah, telur dan lainnya yang merupakan komoditas pemicu inflasi," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah dan pengusaha harus bekerja sama untuk menjamin kelancaran pendistribusian kebutuhan pokok itu.

"Kita bekerja sama sesuai dengan bidang kita, jangan memusuhi pengusaha karena pengusaha ini yang melaksanakan kegiatan perekonomian di daerah ini," ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Babel menyatakan Kota Pangkalpinang pada Februari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,89 persen.

Sementara itu inflasi Kota Pangkalpinang pada Januari 2015 sebesar 0,95 persen dan inflasi Kota Tanjungpandan, Belitung 1,39 persen atau merupakan inflasi tertinggi se-Sumatera.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026