"Sebanyak 13.131 peserta UN itu dengan rincian SMA 7.160 siswa dan SMK 6.153 siswa siap melaksanakan UN secara serentak pada 7 hingga 15 April 2015,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Jumlah peserta ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Provinsi Bangka Belitung (Babel) sebanyak 13.313 siswa tersebar 133 sekolah tersebar kabupaten dan kota.
"Sebanyak 13.131 peserta UN itu dengan rincian SMA 7.160 siswa dan SMK 6.153 siswa siap melaksanakan UN secara serentak pada 7 hingga 15 April 2015," kata Kepala Bidang Pendidikan Tinggi (Dikti) Dinas Pendidikan Babel, Wahyudin di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan, peserta UN di SMA Negeri sebanyak 5.459 siswa tersebar kabupaten/kota dengan rincian peserta UN di Kota Pangkalpinang 1.039 siswa, Kabupaten Bangka 1.134 siswa, Bangka Barat 716 siswa.
Selanjutnnya, jumlah peserta UN di Kabupaten Bangka Tengah 562 siswa, Bangka Selatan 789 siswa, Belitung 713 siswa dan Belitung Timur 506 siswa.
Sementara itu, peserta UN di SMA swasta sebanyak 1.701 siswa dengan rincian Kota Pangkalpinang 412 siswa, Kabupaten Bangka 543 siswa, Bangka Barat 308 siswa, Bangka Tengah 96 siswa, Bangka Selatan 118 siswa, Belitung 163 siswa dan Belitung Timur 61 siswa.
"Saat ini, siswa dan gedung sekolah ini siap mengelar UN secara serentak karena persiapan sudah dilakukan dengan baik," ujarnya.
Namun demikian, kata dia, diharapkan para siswa untuk lebih mempersiapkan diri dengan baik, kurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit dan lainnya.
Selain itu, diharapkan para orang siswa untuk memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, jangan sampai anak tidak bisa UN karena terlibat masalah hukum.
"Pada tahun lalu, masih ada siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena terlibat masalah hukum seperti berkelahi, pencurian, bahkan ada yang hamil, karena kurangnya pengawasan orang tua kepada anak-anaknya," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.