"Meski pun hari ini perayaan Nyepi namun kegiatan bongkar muat di pelabuhan tetap berjalan,,Pangkalpinang (Antara Babel) - Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu, terlihat normal dan lancar meski pun dalam suasana perayaan Nyepi.
Kawasan di sekitar pelabuhan cukup padat, para pekerja bongkar muat di pelabuhan itu tetap melakukan kegiatannya seperti biasa, kapal-kapal yang berisi barang terlihat siap dibongkar muatannya untuk dipindahkan ke mobil-mobil truk.
"Meski pun hari ini perayaan Nyepi namun kegiatan bongkar muat di pelabuhan tetap berjalan, bahkan ada beberapa kapal yang mengantre di laut karena tidak ada tempat lagi untuk sandar di pelabuhan," kata Kepala Bongkar Muat dari PT Ligitjaya, Erison di Pangkalpinang.
Ia mengatakan, tidak ada libur bersama untuk hari raya Nyepi ini karena kegiatan bongkar muat cukup padat namun bagi pekerja yang ingin libur untuk merayakan Nyepi maka diperbolehkan.
"Jika pekerja yang beragama Hindu maka diperbolehkan untuk libur dan merayakan Nyepi bersama keluarganya, kami juga tidak bisa memaksakan karena harus ada sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan saling menghormati dan menghargai kepercayaan masing-masing," ujarnya.
Menurut dia, apabila tidak ada aktivitas atau terhenti selama beberapa hari maka dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan barang dan pelonjakkan harga sehingga dapat memberatkan perekonomian warga.
"Pada perayaan Nyepi kegiatan bongkar muat tetap dilakukan meski pun beberapa pekerja libur. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga," ujarnya.
Mayoritas pekerja bongkar muat di pelabuhan itu beragama Islam, sehingga kegiatan tetap berjalan lancar dan kondusif.
"Kondisi cuaca saat ini cukup mendukung untuk melakukan kegiatan bongkar muat sehingga tidak ada kendala yang berarti untuk melanjutkan kegiatan tersebut," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.