"Awasi dan kontrol harga sembako, karena dikhawatirkan mengalami lonjakan tajam mengikuti penaikkan harga bahan bakar minyak (BBM),"
Koba (Antara Babel) - Anggota legislator Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung Syamsuhairil meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mengontrol pergerakan harga sembilan bahan pokok di daerah itu.

"Awasi dan kontrol harga sembako, karena dikhawatirkan mengalami lonjakan tajam mengikuti penaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)," ujarnya.

Ia menjelaskan, penaikkan harga BBM cenderung mempengaruhi harga sembilan bahan pokok dan kebutuhan lainnya yang ikut-ikutan naik.

"Selalu BBM menjadi alasan bagi pedagang untuk menaikkan harga sembilan bahan pokok, ketika harga sudah naik maka sulit kembali turun," ujarnya.

Ia mencontohkan, sebelumnya harga BBM sempat naik yang mendorong kenaikkan harga kebutuhan pokok dan saat harga BBM kembali turun ternyata harga sembako tidak pernah turun.

"Ini yang terjadi, saat harga BBM naik sedikit ternyata harga sembako malahan naik tinggi, maka harus diawasi dan dikontrol agar kenaikkannya tidak menyulitkan konsumen," ujarnya.

Menurut dia, kalau kenaikkan harga sembilan bahan pokok dalam batas yang wajar maka bisa diterima sebagai bentuk mekanisme pasar.

"Tetapi kalau kenaikkannya terlalu tinggi, maka ini sudah ada permainan pasar yang memanfaatkan situasi sehingga harus diantisipasi," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan memanggil pihal Disperindagkop untuk membicarakan masalah kenaikkan harga sembilan bahan pokok.

"Kami ingin tahu kondisi harga sembako di pasaran, apakah stabil, berfluktuatif atau naik tinggi. Jika harga meroket maka harus digelar operasi pasar (OP) untuk menstabilkan harga," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026