"Padahal kegiatan itu membawa nama baik Kota Pangkalpinang agar lebih dikenal oleh daerah lain.
Pangkalpinang (Antara Babel) - DPRD Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung menilai banyak pengusaha di kota itu tidak terlalu peduli terhadap daerahnya terutama pada setiap kegiatan yang membawa nama baik daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari, Selasa, mencontohkan pada kegiatan pemecahan rekor Muri dalam pembuatan hoklopan terbesar di Indonesia bahkan di dunia yang tidak terlalu mendapat dukungan dari banyak pengusaha di kota itu.

"Padahal kegiatan itu membawa nama baik Kota Pangkalpinang agar lebih dikenal oleh daerah lain. Kami sebagai anggota dewan sekaligus panitia pelaksana kegiatan itu merasa miris dan prihatin terhadap para pegusaha yang sudah lama di Pangkalpinang tapi tidak mau terlibat atau mendukung kegiatan itu," ujarnya.

Dikatakannya, hal-hal seperti itu menjadi penekanan pihaknya sebagai panitia terlebih sebagai anggota DPRD, karena pihaknya bisa melihat seperti apa kemauan para pengusaha ke depannya nanti khususnya mereka yang berhubungan dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

"Di satu sisi kami berharap semua perusahaan yang beroperasi di Pangkalpinang bisa kami ajak untuk mendukung setiap kegiatan yang memang mengangkat nama kota, sehingga ke depan bisa dijalin hubungan yang lebih baik," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyesalkan ada beberapa BUMN yang selama ini banyak mencari keuntungan di ibukota provinsi itu juga tidak memberikan apresiasi sama sekali ketika ditemui pada pelaksanaan kegiatan itu.

"Setiap kami membicarakan masalah daerah, mereka tidak pernah peduli dengan alasan menunggu keputusan pusat. Kami mempertanyakan kemana CSR yang harus mereka keluarkan untuk masyarakat di Pangkalpinang," katanya.

Walaupun banyak pengusaha yang tidak peduli, menurut dia, namun panitia bisa membuktikan kalau kegiatan yang mereka laksanakan bisa memecahkan rekor Muri bahkan rekor dunia.


Pewarta: Try Mustika Hardi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026