"It merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani dan terdapat lima subsektor komoditas hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Indeks harga yang diterima petani (It) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada April 2015 mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen dibanding Maret 2015 dari 119,59 menjadi 120,63.

"It merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani dan terdapat lima subsektor komoditas hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya," kata Kepala Badan Pusat Statistik, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, kenaikan It pada April 2015 hanya terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,18 persen, sedangkan subsektor tanaman pangan mengalami penurunan 1,26 persen, subsektor hortikultura turun 1,37 persen, subsektor peternakan 1,05 persen dan subsektor perikanan turun 1,78 persen.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada April 2015 naik sebesar 0,45 persen dibanding Maret 2015 dari 114,69 menjadi 115,21.

Kenaikan Ib terjadi karena peningkatan di seluruh subsektor. Subsektor tanaman pangan naik 0,63 persen, subsektor hortikultura 0,25 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,37 persen, subsektor peternakan 0,48 persen dan subsektor perikanan 1,02 persen.

"Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan," ujarnya.

Ia mengatakan, nilai tukar petani (NTP) Babel pada April 2015 tercatat sebesar 104,70 atau mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 104,28.

"Kenaikan NTP April 2015 terjadi karena naiknya NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,80 persen, sedangkan subsektor tanaman pangan turun 1,26 persen, subsektor hortikultura turun sebesar 1,37 persen, subsektor peternakan 1,05 persen, subsektor perikanan 1,78 persen," ujarnya.


Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026