Koba, Babel, (ANTARA) - DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berupaya memperluas akses masyarakat terhadap program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) guna meningkatkan literasi dan pemberdayaan masyarakat di daerah itu.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka Tengah Korari Suwondo di Koba, Minggu, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dan konsultasi dengan pihak Perpusnas untuk mengidentifikasi program pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan masyarakat Bangka Tengah.
"Kami ingin memastikan program-program Perpustakaan Nasional tidak hanya berhenti sebagai program pemerintah pusat, tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah," katanya.
Menurut dia, perpustakaan perlu dikembangkan tidak hanya sebagai tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat.
"Perpustakaan harus menjadi ruang masyarakat untuk belajar, meningkatkan keterampilan, mendapatkan informasi dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas kehidupannya," ujarnya.
Ia mengatakan program TPBIS memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat karena menempatkan perpustakaan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kemandirian warga.
Ia menyampaikan masyarakat tidak hanya memanfaatkan perpustakaan untuk membaca, tetapi juga dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang membuka peluang meningkatkan kualitas kehidupan.
Ia menilai pemerintah daerah bersama DPRD harus aktif mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai program pemerintah pusat yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Jangan sampai ada program yang sebenarnya bisa dimanfaatkan daerah, tetapi kita tidak mengetahui atau tidak aktif menjemputnya," katanya.
Ia berharap hasil koordinasi dengan Perpusnas dapat ditindaklanjuti melalui program konkret di Bangka Tengah sehingga pengembangan perpustakaan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas dan penyediaan koleksi buku.
Menurut dia, literasi memiliki makna lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca karena pengetahuan yang diperoleh masyarakat harus mampu meningkatkan kapasitas, membuka peluang dan mendorong kemandirian.
"Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan itu bisa meningkatkan kapasitas masyarakat, membuka peluang, dan membuat masyarakat semakin mandiri," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.