"Isu lelang pengadaan sapi bantuan ke kelompok tani tersebut tidak benar, apalagi isu bahwa sapi tersebut akan dipotong untuk memenuhi kebutuhan pedagang pasar,"Muntok (Antara Babel) - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantah akan melakukan lelang pengadaan bantuan sapi untuk masyarakat seperti kabar yang banyak beredar belakangan ini.
"Isu lelang pengadaan sapi bantuan ke kelompok tani tersebut tidak benar, apalagi isu bahwa sapi tersebut akan dipotong untuk memenuhi kebutuhan pedagang pasar," ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Tri Basuki, di Muntok, Kamis.
Ia menjelaskan, lelang pengadaan bantuan sapi merupakan program Pemprov Babel yang akan dilakukan di tingkat provinsi, bukan di Kabupaten Bangka Barat.
Menurut dia, pada 2015 memang akan ada bantuan bibit sapi kepada tiga kelompok yang akan disalurkan Pemprov Babel kepada kelompok peternak di Kabupaten Bangka Barat.
"Namun lelang tetap dilaksanakan di provinsi, kami hanya sebagai penyalur dan menyiapkan kelompok mana saja yang benar-benar layak menerima bantuan tersebut, bukan melaksanakan lelang itu sendiri," kata dia.
Menurut Tri Basuki, kelompok peternak calon penerima bantuan tersebut saat ini sedang diverifikasi dan hasilnya akan dilaporkan ke Pemprov Babel yang kemudian akan dinilai kelompok mana saja yang memang layan menerima bantuan bibit sapi tersebut.
Ia menambahkan, realisasi penyaluran bantuan tersebut hingga saat ini belum bisa dipastikan.
"Selain bantuan dari provinsi, pemkab akan menyalurkan bantuan bibit sapi untuk satu kelompok yang akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten," ujarnya.
Kami berharap bantuan bibit sapi yang disalurkan akan mampu mempercepat produktivitas dan populasi sapi untuk mendukung terwujudnya swasembada sapi nasional, kata Tri Basuki.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.