"Penurunan itu terjadi karena impor migas menurun drastis sebesar 78,03 yaitu menjadi 0,26 juta dolar AS dari 1,20 juta dolar AS, sedangkan impor nonmigas meningkat sebesar 47,43 persen atau menjadi 0,49 juta dolar AS dari 0,33 juta dolar AS," kata Kabid Statistik Distribusi BPS Babel Agung Rachmadi di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, menurut golongan barang, pada Mei 2015 yang mempunyai nilai impor hanya tiga golongan, yaitu mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar 0,26 juta dolar AS, golongan pupuk (HS 31) sebesar 0,19 juta dolar AS dan golongan mesin/peralatan listrik sebesar 0,02 juta dolar AS.
Sedangkan golongan kapal laut dan bangunan terapung, golongan benda-benda dari besi dan baja serta golongan karet dan barang-barang dari karet pada Mei 2015 tidak ada kegiatan impor sama sekali.
Ia mengatakan, pada Mei 2015 total impor dari lima negara utama mengalami penurunan sebesar 80,63 persen dari 1,25 juta dolar AS menjadi 0,29 juta dolar AS.
Penurunan impor terbesar terjadi pada Singapura yaitu dari 1,20 juta dolar AS menjadi tidak ada, kemudian Malaysia turun sebesar 44,71 persen dari 0,30 juta dolar AS menjadi 0,17 juta dolar AS, sedangkan Thailand mengalami peningkatan dari tidak ada menjadi 0,02 juta dolar AS dan Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 443,88 persen dari 0,02 juta dolar AS menjadi 0,11 juta dolar AS, sementara Belanda tidak memiliki nilai impor baik migas maupun nonmigas.
Ia menjelaskan, apabila dibanding periode Januari-Mei 2014 terhadap Januari-Mei 2015 maka nilai impor juga mengalami penurunan 38,01 persen dari 15,76 juta AS menjadi 9,77 juta dolar AS.
"Penurunan itu disebabkan nilai impor migas yang turun hingga mencapai 55,31 persen dari 4,80 juta dolar AS menjadi 2,15 juta dolar AS danimpor nonmigas yang turun sebesar 30,42 persen dari 10,96 juta dolar AS menjadi 7,63 juta dolar AS," katanya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.