Pangkalanbaru, Bangka Tengah, 9/4 (Antara) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Bahar Buasan meminta Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendesak percepatan PLTU Air Anyir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Saya harap Bappenas dapat mendesak percepatan proyek PLTU Air Anyir karena kalau tidak itu bisa mubazir," katanya saat jumpa pers bersama Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo dan Wakil Gubernur Babel Rustam Effendi di Bangka Tengah, Selasa.

Bahar mengatakan proyek tersebut telah terbengkalai selama hampir empat tahun.

"Kalau tidak segera diselesaikan maka hal itu dapat mengganggu investasi dan kemajuan provinsi ini," ujar anggota Komite 3 DPD RI tersebut.
'
Mendengar laporan tersebut, Wamen Lukita terkejut dan berjanji akan segera membantu percepatan penyelesaian proyek tersebut.

"Kami belum tahu permasalahan ini, tapi kami berjanji akan segera melakukan peninjauan dan membantu percepatan penyelesaiannya," kata Wamen.

PLTU Air Anyir berkapasitas 2X30 MW yang sudah mulai dibangun tahun 2008 dan merupakan upaya PT PLN (Persero) untuk mengantisipasi keterlambatan penyelesian proyek serupa milik swasta.

PLTU Sewa Air Anyir direncanakan akan menyuplai energi listrik ke Sistem Bangka Belitung sebesar 350,4 Gigawatt hour (GWh) per tahun.

PLN akan menyewa PLTU itu selama sembilan tahun dengan nilai kontrak sewa sebesar 5,5550 sen dolar AS per kilowatt hour (KWh).

Pewarta: Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor : Ida

COPYRIGHT © ANTARA 2026