"Program KKSR dianggap cukup berhasil membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"Sungailiat, Babel,(Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini kembali melanjutkan program Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) dengan target areal seluas 250 hektar.
"Program KKSR dianggap cukup berhasil membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Meina Lina di Sungailiat, Kamis.
Menurut dia, areal perkebunan kelapa sawit baru yang ditargetkan seluas 250 hektar itu tersebar di beberapa kecamatan, antara lain di Desa Banyu Asin Kecamatan Riau Silip, Desa Dalil dan Desa Neknang di Kecamatan Bakam serta Desa Labu di Kecamatan Puding Besar.
"Calon peserta program KKSR terlebih dahulu akan ditinjau ke lapangan guna mengetahuai apakah sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan yakni menyediakan lahan minimal dua hektar serta syarat lainnya," ujarnya.
Ia menyebutkan, program KKSR tahun ini merupakan program lanjutan dimana sebelumnya pada 2004 sudah pernah dilaksanakan dengan permodalan dari pihak perbankan, sementara tahun ini modal disediakan pemerintah melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp100 juta yang dikembalikan dengan cara dicicil.
Ia menjelaskan, program KKSR adalah salah satu upaya menyinergikan tiga pilar pembangunan yakni swasta, masyarakat dan pemerintah dalam suatu jalinan kerja sama yang saling menguntungkan.
"Bentuk kerja sama dengan pola KKSR yaitu petani sebagai penyedia lahan minimal dua hektar dan tenaga, pihak perusahaan menyiapkan bibit unggul bersertifikat, pembinaan teknis dan manajemen kebun serta pemasaran tandan buah segar (TBS), sedangkan pemerintah sebagai penyiap sarana produksi (saprodi) berupa pupuk, obat-obatan serta pinjaman untuk'land clearing'," ujarnya.
Ia menegaskan, lahan peserta KKSR dilarang berada di dalam kawasan hutan lindung atau hutan produksi milik lembaga lain karena lahan KKSR murni milik masyarakat.
"Peserta KKSR nantinya akan tergabung dalam kelompok untuk mempermudah koordinasi, pembinaan dan lainnya," katanya.
Pewarta: pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.