Kami meminta SKPD terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan stok, distribusi dan harga sembako di masyarakat."
Pangkalpinang (Antara Babel) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi mengoptimalkan pengawasan sembako, guna memberantas mafia pangan dan mengantisipasi penimbunan kebutuhan pokok masyarakat di daerah itu.

"Kami meminta SKPD terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan stok, distribusi dan harga sembako di masyarakat," kata Rustam Effendi di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan pengawasan sembako ini terkait instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberantas mafia pangan, sembako dan daging sapi, untuk menjaga stabilitas ketersediaan dan harga sembako khususnya beras di masyarakat selama musim kemarau ini.

"Jangan sampai ada penimbunan sembako yang akan mengganggu perekonomian masyarakat, karena tinggi harga kebutuhan pokok tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sembako seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging sapi dan lainnya masih dipasok dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga potensi penimbunan sembako ini cukup tinggi.

"Saat ini kondisi perekonomian masyarakat menurun sebagai dampak melemahnya ekonomi global, sehingga perlu dilakukan upaya untuk meringankan beban masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tingkat provinsi, kabupaten/kota segera membentuk tim pengawasan kebutuhan pokok masyarakat ini, agar tidak terjadi penimbunan dan kenaikan harga tinggi yang memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu.

"Kami mengimbau masyarakat ikut berperan untuk memberantas mafia pangan dan daging sapi ini, dengan melaporkan kepada penegak hukum, apabila mengetahui, mendengar dan melihat langsung praktik penimbunan sembako tersebut," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026