"Awalnya beberapa calon lahan tidak tepat lokasinya terkait status lahan yang masuk kawasan hutan lindung, namun karena kesigapan petugas dan keinginan kuat petani untuk mengembangkan budi daya tanaman pangan akhirnya mereka sepakat untuk memindah lo
Muntok,(Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menyatakan rencana perluasan areal persawahan seluas 1.000 hektare pada 2013 segera direalisasikan seiring tuntasnya permasalahan beberapa calon lahan yang masuk kawasan.

"Awalnya beberapa calon lahan tidak tepat lokasinya terkait status lahan yang masuk kawasan hutan lindung, namun karena kesigapan petugas dan keinginan kuat petani untuk mengembangkan budi daya tanaman pangan akhirnya mereka sepakat untuk memindah lokasinya," ujar Kepala Distanak Kabupaten Bangka Barat Suhadi di Muntok, Kamis.

Gerak cepat untuk segera merealisasikan program yang dibiayai pemerintah pusat itu, katanya, berhasil menyiapkan 1.000 hektare lahan yang semuanya masuk kawasan hutan produksi (HP) dan areal penggunaan lain (APL) di 15 desa.

Ia mengatakan, 15 lokasi yang akan segera dibuka untuk persawahan baru terdiri dari Desa Tuik 100 hektare, Beruas 50 hektare, Pangkalberas 50 hektare, Buyan kelumbi 100 hektare, Bukit Terak 50 hektare, Pebuar 130 hektare,

selanjutnya, Desa Ibul 75 hektare, Jebus 100 hektare, Tanjung Punai 30 hektare, Airnyatoh 50 hektare, Peradong 100 hektare, Belit 50 hektare, Ganjan 50 hektare, Pisang 50 hektare dan Kelapa 30 hektare.

"Jadi nantinya seluruh enam kecamatan yang ada di Bangka Barat memiliki hamparan persawahan, ini juga diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk menggiatkan budi daya tanaman pangan sehingga luas sawah semakin meningkat," katanya.

Ia mengatakan, program perluasan areal persawahan di daerah itu akan terus berlanjut hingga 2015 yang ditargetkan mampu membentuk sawah seluas 4.505 hektare sesuai potensi lahan yang sudah disurvei beberapa waktu lalu.

Menurut dia, wilayah Bangka Barat memiliki potensi lahan pertanian seluas 4.505 hektare yang tersebar di 27 lokasi di lima kecamatan meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Kelapa, Tempilang dan Jebus.

"Semua potensi areal persawahan itu setelah dicek ulang masuk kawasan HP dan APL, ada satu lagi lokasi yang masuk lahan HGU milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Leidong West Indonesia yaitu di Dusun Sukal, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa seluas 350 hektare," kata dia.

Ia menargetkan potensi areal persawahan itu bisa direalisasikan untuk dibuat hamparan persawahan seluruhnya hingga 2015.

"Sampai 2012 sudah tercetak sawah seluas 585 hektare ditambah tahun ini 1.000 hektare, jadi masih ada kekurangan seluas 2.920 hektare yang harus kami selesaikan selama dua tahun ke depan," kata dia.

Pewarta: Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026