Rupiah bergerak melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.360 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.344 per dolar AS.
"Menjelang akhir pekan, saya melihat rupiah masih cenderung stabil walaupun sempat ada pelemahan nilai," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Menurut Revandra, faktor pendorong pergerakan rupiah yaitu penguatan indeks dolar AS menyusul sentimen kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed untuk menekan inflasi.
Powell mengisyaratkan kenaikan 50 basis poin pada pertemuan kebijakan bulan depan, termasuk kenaikan suku bunga berturut-turut tahun ini.
Powell mengatakan kenaikan suku bunga tersebut akan dilakukan ketika The Fed bertemu pada 3-4 Mei 2022 untuk menyetujui yang berikutnya dalam apa yang diperkirakan menjadi serangkaian kenaikan suku bunga tahun ini.
"Walaupun begitu fundamental ekonomi Indonesia cukup baik sehingga rupiah mampu bertahan dari tekanan mata uang dolar," ujar Revandra.
Pada Rabu (20/4) lalu, rupiah ditutup menguat 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.344 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.357 per dolar AS.
Pewarta: Citro AtmokoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.