Pedagang yang datang ke pasar hanya untuk menyusun barang dagangannya, sedangkan calon pembeli hanya warga di sekitar pasar yang datang untuk membeli beberapa bahan sembako."
Pangkalpinang (Antara Babel) - Sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung terlihat sepi karena banyak toko yang tutup saat Lebaran Idul Adha 1436 Hijriyah.

Di Pasar Pembangunan, Pasar Pagi dan Pasar Rumput serta Pasar Kampung Asam, misalnya, sepanjang Kamis terlihat lengang dan hanya ada beberapa pedagang yang menggelar barang dagangannya dengan beberapa calon pembeli yang berlalu lalang di sekitar pasar.

Salah seorang pedagang, Rey, mengatakan, warga masih sibuk merayakan Lebaran Idul Adha dan berkemungkinan baru dua atau tiga hari ke depan mulai berbelanja ke pasar.

"Pedagang yang datang ke pasar hanya untuk menyusun barang dagangannya, sedangkan calon pembeli hanya warga di sekitar pasar yang datang untuk membeli beberapa bahan sembako," katanya.

Ia menyebutkan, stok bahan sembako yang tersedia saat ini masih cukup untuk memenuhi permintaan konsumen, demikian juga dengan harganya masih bertahan stabil.

Harga cabai merah saat ini masih bertahan Rp38.000 per kilogram, bawang merah Rp20.000, kentang dan tomat masing-masing Rp10.000.

Demikian juga Anas, seorang pedagang lainnya yang mengatakan kondisi pasar baru akan mulai terlihat normal kembali pada hari kedua atau ketiga Lebaran.

Menurut dia, warga masih sibuk berkunjung ke rumah kerabatnya atau juga pergi liburan ke tempat wisata.

"Pedagang juga banyak yang libur berjualan agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarganya," ujarnya.

Sementara itu seorang ibu rumah tangga, Neni (45) mengatakan datang ke pasar karena bahan makanan di rumahnya kurang.

"Saya datang ke pasar hanya untuk membeli beberapa bahan makanan namun karena pedagang masih banyak yang tutup cukup sulit mencari bahan yang dibutuhkan itu," ujarnya.


Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026