Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua, titik panas ini tersebar di dua daerah, yakni di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah."Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pangkalpinang mencatat saat ini terdapat enam titik panas atau "hotspot" yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai indikasi awal kebakaran lahan dan hutan.
"Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua, titik panas ini tersebar di dua daerah, yakni di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah," kata kata Staf Koordinator Unit Analisis BMKG Pangkalpinang, Deas Achmad Rivai di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia menjelaskan, titik panas di Kabupaten Bangka Selatan terdeteksi terjadi di Kecamatan Payung sebanyak dua titik dan di Kecamatan Simpang Rimba yang terdeteksi sebanyak tiga titik.
"Sedangkan di Kabupaten Bangka Tengah titik panas terpantau di Kecamatan Koba sebanyak satu titik," katanya.
Menurut dia, saat ini curah hujan di daerah Babel relatif rendah dengan kelembapan mencapai 93 persen sehingga banyak lahan yang mengalami kekeringan.
"Lahan kering ini rentan kebakaran jika tidak hati-hati. Apalagi jika perilaku pembakaran lahan masih dilakukan oleh masyarakat," Katanya.
Terkait dengan kondisi cuaca kemarau saat ini, kata dia, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memicu terjadinya kebakaran, apalagi cuaca panas disertai dengan angin.
"Munculnya titik api ini dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh masyarakat, seperti membuka lahan dengan cara dibakar," katanya.
Sementara itu, pantauan satelit cuaca pada Minggu (4/10), seluruh daratan Babel di tujuh kabupaten kota masih belum berpotensi turunnya hujan
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.