"Soal dan kunci jawaban UN yang diujikan kepada siswa diawasi ketat oleh pihak kepolisian dan tim pengawas dari dinas pendidikan, sekolah dan pengawas lainya," katanya di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, pendistribusian naskah UN dari polres ke sekolah dalam kondisi tersegel, sehingga peluang atau tingkat kebocoran soal tersebut sangat kecil sekali.
"Bagaimana bocor, amplop nahkah soal ujian tersebut masih terbungkus dengan rapi dan tersegel dengan baik. Kita sendiri tidak tahu soalnya seperti apa, jadi kunci jawaban bocor itu tidak benar," ujarnya.
Untuk itu pihaknya mengimbau peserta ujian dan orang tua untuk tidak percaya dengan kunci jawaban yang beredar selama ujian berlangsung.
"Jangan percaya dengan kunci jawaban yang bocor yang beredar di jaringan internet, karena kunci jawaban tersebut bohong dan menyesatkan peserta ujian," ujarnya.
Ia juga berharap peserta ujian tidak percaya kunci jawaban tersebut dan lebih percaya pada bimbingan yang sudah diberikan sebelumnya oleh guru serta kemampuan diri sendiri.
"Kami mengharapkan siswa untuk optimistis dan percaya dengan kemampuan sendiri mengerjakan soal ujian tersebut," ujarnya.
Terkait dengan pelaksanaan UN, pihaknya mengaku pelaksanaan hari pertama hingga hari ketiga Rabu (24/4) berjalan lancar tidak ada permasalahanberarti.
"Alahamdulillah pelaksanaan UN hingga saat ini berjalan dengan baik, aman, tertib dan lancar dan tidak ditemukan kendala yang akan menghambat pelaksanaan UN tahun ini," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.