"Prajurit TNI yang dikerahkan mencari helikopter itu di sekitar perairan Danau Toba, wilayah Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara belum menemukan adanya tanda-tanda penemuan," kata Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Inf Enoh Solehuddin, di Medan, Senin.
Menurut dia, pencarian helikopter tipe EC-130 PK-BKA telah dihentikan Senin sore.
"Prajurit TNI yang dikerahkan mencari helikopter itu, berasal dari Batalyon 122/Tombak Sakti, Batalyon 125 Simbisa, Batalyon 123/Rajawali dan personel Kodim 0210/Tapanuli Utara," ujar Kolonel Inf Enoh
Dia menjelaskan, pencarian helikopter itu, dilakukan dengan berpencar dan menggunakan perahu karet menyusuri perairan Danau Toba.
Penyisiran yang dilakukan prajurit tersebut pada hari pertama ini, lebih difokuskan di perairan Onanrunggu, Kabupaten Samosir.
"Sebagian wilayah Kabupaten Samosir yang dilintasi helikopter itu sudah disisir prajurit Kodam I/BB," katanya.
Sebelumnya, Humas Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto yang dihubungi di Medan, Minggu malam (11/10), mengatakan, helikopter tersebut terbang dari Siparmahan atau pantai barat Danau Toba melintasi Pematangsiantar menuju Bandara Kualanamu
Jika tidak ada halangan, helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) yang dikemudikan pilot Teguh Mulyatno tersebut akan tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 12.23 WIB.
Namun helikopter dengan tipe EC-130 PK-BKA yang diisi teknisi Heri Purwantono dan tiga penumpang Nurhayanti, Gianto, dan Frans tersebut hilang kontak sebelum tiba di Bandara Kualanamu.
"Bahkan, pilot pun belum sempat kontak ke Kualanamu," katanya.
Sementara, berdasarkan laporan masyarakat, helikopter tersebut terlihat Minggu (11/10) pada pukul 14.30 WIB di sekitar wilayah Tarabunga, 15 Km dari Silangit
Pewarta: Munawar MandailingEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.