Saat ini minat petani mengembangkan kedelai masih kurang, sehingga kita masih mengandalkan pasokan dari luar untuk memenuhi kebutuhan kedelai masyarakat."Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun 10 hektare perkebunan kedelai guna memancing minat petani mengembangkan komoditas tersebut.
"Saat ini minat petani mengembangkan kedelai masih kurang, sehingga kita masih mengandalkan pasokan dari luar untuk memenuhi kebutuhan kedelai masyarakat," kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanbunnak Kepulauan Babel Heri di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan dana pembangunan 10 hektare kebun kedelai menggunakan APBD 2016 di Kabupaten Bangka seluas 5 hektare dan Bangka Tengah 5 hektare.
"Pada awal tahun ini kita juga telah membangun 5 hektare kebun kedelai di Desa Kace dan sudah panen pada bulan lalu," katanya.
Ia mengatakan panen kedelai di Desa Kace cukup berhasil, karena hasil yang diperoleh memadai dan minat warga di desa mengembangkan kedelai juga mengalami peningkatan.
"Kita berharap dengan pembangunan 10 hektare kebun kedelai ini juga akan meningkatkan minat petani di dua kabupaten mengembangkan kedelai, sehingga akan mengurangi ketergantungan pasokan kedelai dari luar daerah," ujarnya.
Saat ini, kata dia, hampir 100 persen kedelai masih dipasok dari Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga harga kedelai di pasaran cukup tinggi yang memberatkan usaha tahu, tempe, dan perekonomian masyarakat.
"Saat ini harga kedelai tinggi dan cenderung mengalami kenaikan, karena pasokan dari luar daerah yang terbatas," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.