Pola pengembangan sapi di dalam perkebunan kelapa sawit atau yang biasa disebut integrasi sapi-sawit ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir."
Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan kegiatan integrasi sapi-sawit sebagai upaya percepatan peningkatan populasi sapi di daerah yang berada ujung barat Pulau Bangka tersebut.

"Pola pengembangan sapi di dalam perkebunan kelapa sawit atau yang biasa disebut integrasi sapi-sawit ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir," ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Sri Basuki di Muntok, Selasa.

Dia mengatakan hal itu merupakan bentuk kesungguhan pemerintah mendorong masyarakat menggeluti usaha ternak sapi.

Ia mengatakan, pola integrasi sapi-sawit yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bangka Barat 2015 tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Desa Pebuar dan Tumbak Petar dengan melibatkan kelompok ternak di desa setempat.

"Beberapa waktu lalu sudah kami salurkan sebanyak 27 ekor sapi kepada dua kelompok di desa tersebut, masing-masing sebanyak 14 ekor untuk kelompok ternak Desa Pebuar yang terdiri dari tiga sapio jantan dan 11 sapi betina, sedangkan kelompok di Desa Tumbakpetar 13 ekor terdiri dari tiga pejantan dan 10 betina," kata dia.

Ia menerangkan, bibit sapi yang disalurkan semuanya merupakan sapi bali pilihan dengan umur lebih dari 18 bulan.

Menurut dia, bibit sapi tersebut diperkirakan dalam dua bulan ke depan sudah mulai birahi atau siap dikawinkan dan diharapkan tahun depan bisa berkembang biak.

"Kami sengaja mendatangkan sapi siap kawin agar kelompok peternak bisa langsung merasakan manfaatnya sehingga bersungguh-sungguh dalam memelihara sapi bantuan bergulir tersebut," kata dia.

Ia berharap pola integrasi yang dikembangkan mampu meningkatkan populasi sapi di daerah itu sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Hingga Juni 2015, jumlah populasi sapi di daerah itu sebanyak 1.423 ekor yang tersebar di seluruh enam kecamatan.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026