Kami belum memegang data luas hutan terbakar, sekarang sedang dilakukan pendataan."
Koba (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung melakukan pendataan dan menginventarisir luas hutan yang terbakar untuk dilakukan pemulihan kembali.

"Kami belum memegang data luas hutan terbakar, sekarang sedang dilakukan pendataan," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bangka Tengah Feriyanis di Koba, Rabu.

Ia mengakui kerusakan hutan tergolong parah karena terbakar selama musim kemarau panjang sehingga harus ada upaya pencegahan dan pemulihan.

"Sebenarnya harus ada upaya terpadu untuk mengatasi dan mengantisipasi kebakaran hutan sehingga tidak terulang lagi kejadian yang sama apalagi siklus cuaca tidak menentu," ujarnya.

Ia mengatakan, rata-rata hutan terbakar adalah lahan bergambut terutama kawasan lindung di Kecamatan Koba yang sudah ludes terbakar.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bangka Tengah, Kaharuddin mengatakan kebakaran hutan hampir terjadi pada seluruh kecamatan di daerah itu.

"Ada puluhan titik api kami temukan dan sudah berhasil dipadamkan, namun kabut asap masih terlihat kendati tidak terlalu parah," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Bahrun mengatakan jumlah penderita Ispa di daerah itu meningkat tajam sejak terjadi kebakaran hutan.

"Jumlahnya mencapai 800 orang lebih, ini angka tertinggi jika melihat dari data sebelumnya namun tertangani dengan baik dan tidak ada yang meninggal dunia," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026