Toboali (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membangun tiga unit tambatan untuk berlabuh kapal nelayan tradisional guna memudahkan nelayan membongkar hasil tangkapan ikan.
"Mudah-mudahan awal Desember 2015 pembangun tambatan berlabuh kapal tradisional di tiga kecamatan sudah dapat dimulai," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Selatan, Basu Priatna di Toboali, Senin.
Ia menjelaskan tiga unit tambatan berlabuh kapal nelayan tradisional akan dibangun di Kecamatan Toboali, Kecamatan Tukak Sadai dan Kecamatan Simpang Rimba, sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan tradisional di daerah itu.
"Saat ini pembangunan tiga unit tambatan berlabuh kapal ini masih proses lelang pekerjaan di LPSE karena anggaran yang disiapkan untuk satu unit tambatan berlabuh mencapai ratusan juta rupiah," katanya tanpa menyebutkan anggaran pembangunan tambatan berlabuh kapal nelayan tradisional tersebut.
Ia mengatakan pembangunan tambatan berlabuh kapal ini mengunakan cor semua, mulai dari tiang hingga lantai, karena lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.
"Kalau mengunakan kayu daya tahannya tidak lama dan mudah rusak, oleh sebab itu, pembangunan mengunakan cor semen yang mampu bertahan dalam jangka waktu lama," ujarnya.
Menurut dia, ke depannya akan dibangun lagi tambatan berlabuh yang sudah mengalami kerusakan seperti tambatan berlabuh kapal nelayan Desa Tukak Sadai, Batu Betumpang dan Celagen.
"Saat ini pembangunan tambatan labuh kapal nelayan yang mengalami kerusakan tersebut sedang dibahas di DPRD dan mudah-mudahan DPRD setuju anggaran untuk pembangunan tambatan rusak tersebut," ujarnya.
Ia berharap nelayan dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat tambatan berlabuh yang sudah dibangun sehingga dapat berfungsi dengan baik.
"Semoga dengan dibangunnya tambatan berlabuh ini dapat memberi kemudahan bagi nelayan saat mengangkut hasil tangkapan dari laut ke darat," harapnya.
