Sungailiat (ANTARA) - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan seluruh nelayan di wilayah itu untuk mewaspadai gelombang pasang saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

"Saya ingatkan ke semua nelayan yang beraktivitas di laut supaya benar-benar waspada potensi terjadinya gelombang pasang," kata Ketua HNSI Provinsi Bangka Belitung Ridwan di Sungailiat, Jumat.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, mulai tanggal 3 sampai 6 Januari 2026, terjadi pola angin di wilayah Kepulauan Bangka Belitung umumnya bergerak dari Barat - Utara dengan kecepatan angin antara 8 sampai 16 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bangka Barat bagian utara dan Bangka Tengah bagian timur. Sementara tinggi gelombang air laut 1,25 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Bangka Barat bagian utara, Bangka Tengah bagian timur, perairan Bangka bagian utara, perairan pulau Belitung bagian utara dan perairan Belitung bagian timur.

"Gelombang air laut ketinggian 1,25 meter dengan kecepatan angin sampai 16 knot tentu membahayakan bagi kapal nelayan kapasitas kecil," kata Ridwan.

Bagi nelayan yang sudah terpaksa melaut, disarankan supaya memastikan kelengkapan alat keselamatan selalu tersedia di kapal, upayakan saling berdekatan dengan nelayan yang lain dan segera melaporkan jika mengalami kendala di laut.

"Untuk nelayan yang menggunakan kapal kapasitas kecil, supaya menunda melaut menunggu sampai benar-benar kondisi di perairan aman untuk penangkapan ikan," jelas Ridwan.



Pewarta: Kasmono
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026