Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan penyelamat untuk mencari seorang nelayan yang hilang kontak saat melaut di Perairan Karang Berang-Berang Bangka Barat.
"Pencarian hari ini difokuskan dengan metode penyisiran di permukaan air menggunakan rigid inflatable boat (RIB)," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang Mikel Rachman Junika di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Kota Pangkalpinang, nelayan bernama Adnan Sahid (67) warga Desa Keranggan, Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat ini berangkat melaut untuk mencari ikan menggunakan perahu kayu menuju fishing ground di Perairan Karang Berang-Berang pada Kamis (8/1) pukul 16.00 WIB.
Biasanya korban sudah kembali ke darat pada keesokan paginya sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, hingga Jumat petang (9/1), korban tidak kunjung pulang. Rekan sesama nelayan sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi, namun hasilnya nihil.
Selanjutnya, pihak keluarga yang khawatir atas keselamatan korban, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR. Atas laporan ini, Basarnas langsung memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Mentok menuju lokasi kejadian pada koordinat duga 2°10'4.19"S 105°21'31.59"E.
"Semalam kami menerima informasi tersebut dan langsung menerjunkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban," ujarnya.
Ia menyatakan operasi pencarian menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Hujan lebat disertai angin kencang dilaporkan menerpa wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung sejak kemarin.
"Semoga upaya pencarian hari ini yang melibatkan Tim Rescuer USS Mentok, Satpolair Polres Bangka Barat, BPBD Bangka Barat, serta dibantu oleh nelayan dapat segera membuahkan hasil dan korban segera ditemukan," ujarnya.
