"Penurunan NTP pada November 2015 itu disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil ,,,,,,
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai Tukar Petani Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada November 2015 turun 0,75 persen dibandingkan NTP Oktober 2015, yaitu dari 104,73 menjadi 103,94.

"Penurunan NTP pada November 2015 itu disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Herum Fajarwati, di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, penurunan NTP November 2015 disebabkan oleh penurunan NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,69 persen, dan NTP subsektor perikanan budidaya sebesar 0,25 persen.

Sedangkan subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,40 persen, subsektor hortikultura 0,41 persen, peternakan 0,16 persen, dan perikanan tangkap 1,30 persen.

Dia menjelaskan, indeks harga yang diterima petani (It) merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani.  
    
Terdapat lima subsektor komoditas hasil-hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya.

"Secara umum pada November 2015, It mengalami penurunan sebesar 0,88 persen dibandingkan dengan Oktober 2015, yaitu dari 123,16 menjadi 122,08. Penurunan terjadi karena It pada dua subsektor juga turun," ujarnya.

Ia menyebutkan It subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,83 persen, dan subsektor perikanan budidaya sebesar 0,27 persen, sedangkan It subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,29 persen, It subsektor hortikultura 0,26 persen, dan peternakan 0,18 persen.

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan pula, yaitu sebesar 0,13 persen jika dibandingkan Oktober  2015, dari 117,60 menjadi 117,45.

"Ib subsektor tanaman pangan turun 0,11 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,15 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,15 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,11 persen," ujarnya lagi.



Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026