Deflasi di Pangkalpinang terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh indeks tiga kelompok pengeluaran
Pangkalpinang (Antara Babel) - Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada November 2015 mengalami deflasi tertinggi, yaitu sebesar 1,02 persen atau menjadi 121,87 dari 123,12 pada Oktober 2015.

Sedangkan deflasi terendah terjadi di Manado 0,01 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 123,06, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Herum Fajarwati, di Pangkalpinang, Rabu..

"Deflasi di Pangkalpinang terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh indeks tiga kelompok pengeluaran yang turun," katanya lagi.

Ia menjelaskan, tiga kelompok pengeluaran penyebab deflasi Pangkalpinang, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 4,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,48 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah  kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,34 persen, kelompok sandang sebesar 0,11 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,79 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada November  2015 adalah ikan kurisi, selar, daging ayam ras, wortel, ikan  kembung, ikan sardens, tenggiri, beras, angkutan udara, dan jeruk.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga adalah bawang merah, susu untuk balita, kacang panjang, tukang bukan mandor, terasi udang, bahan bakar rumah tangga, ampela hati ayam, rokok kretek filter, rokok putih, dan apel.

Selanjutnya, kata dia, kota-kota dengan IHK di wilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota pada November 2015, tercatat 19 kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.  
    
"Inflasi tertinggi di Bukittinggi 0,83 persen dengan IHK 119,37, dan terendah terjadi di Bungo sebesar 0,07 persen dengan IHK 118,90. Sementara deflasi tertinggi di Pangkalpinang yakni 1,02 persen dengan IHK 121,87, dan terendah di Dumai 0,02 persen dengan IHK 122, 27," ujarnya.



Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026