Aksi unjuk rasa nelayan tradisional yang menolak penambangan timah di laut ini, menjadi dasar saya menyurati pemerintah pusat untuk meninjau ulang dan mencabut izin tambang yang dikeluarkan.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi akan menyurati Kementerian ESDM untuk mencabut izin penambangan timah yang beroperasi di kawasan tangkapan ikan, karena merugikan nelayan tradisional di daerah itu.

"Aksi unjuk rasa nelayan tradisional yang menolak penambangan timah di laut ini, menjadi dasar saya menyurati pemerintah pusat untuk meninjau ulang dan mencabut izin tambang yang dikeluarkan," kata Rustam Effendi, saat menemui ribuan nelayan tradisional yang berunjuk rasa di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Babel, Selasa.

Ia menjelaskan perizinan usaha penambangan (IUP) timah di laut ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Untuk itu, pihaknya besok red-Rabu (30/12) akan menyurati Kementerian ESDM untuk segera mencabut izin-izin kapal isap yang beroperasi di kawasan tangkapan ikan nelayan.

"Surat izin penambangan ini baru beberapa bulan ditangani provinsi, sementara izin-izin tambang sebelumnya dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten/kota," ujarnya.

Ia mengatakan dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan tidak akan mencabut izin tambang di laut, sebagaimana dimuat di media massa lokal.

"Jika pernyataan ini melukai hati masyarakat khususnya nelayan, saya minta maaf karena saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan tidak akan mencabut izin tambang di laut yang berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat pesisir di daerah ini," ujarnya.

Menurut dia unjuk rasa penolakan tambang timah di laut ini akan dijadikan kekuatan saya untuk melakukan langkah-langkah dan mendesak kementerian terkait untuk mencabut IUP timah yang dikeluarkan.

"Saya sudah 20 tahun di pemerintahan dan tidak pernah memakan uang timah ini, jadi jika masyarakat menginginkan besok red-Rabu (30/12) akan saya tandatangani pencabutan izin tambang di laut ini," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, saya sepenuhnya mendukung aspirasi nelayan untuk mencabut izin tambang timah di laut ini.

"Saya lahir dari keluarga sederhana, jadi saya tahu bagaimana sulitnya hidup. Apalagi pada saat ekonomi sedang sulit seperti saat ini," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026