Nanti akan kita berikan tapi ada prosesnya.Nduga, Papua (Antara Babel) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah akan memberikan amnesti untuk kelompok Din Dimini setelah melalui proses yang ditentukan.
"Nanti akan kita berikan tapi ada prosesnya," kata Presiden Jokowi ketika meninjau Pasar Lokal Keyabi di Kabupaten Nduga, Papua, Kamis.
Presiden Jokowi menyebutkan permintaan amnesti dari kelompok di Aceh itu sudah lama berjalan. "Memang sudah agak lama, kita bertemu, bicara, meyakinkan, kita ngajak mereka untuk ikut berperan dalam pembangunan. Konsentrasi kita ada di situ. Masak kita bertahun-tahun bertarung terus," kata Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan sudah ada beberapa kali pembicaraan terkait pengajuan amnesti itu, sehingga kelompok itu bersedia menyerahkan diri.
Ketika ditanya apakah akan ada proses hukum atau langsung pemberian amnesti, Presiden mengatakan akan dilihat dulu. "Tapi keinginan kelompok itu sudah ada sejak lama," ujar Presiden.
Mengenai kemungkinan adanya kelompok lain yang meminta amnesti, Presiden mengatakan ada kalkulasinya.
"Semua akan kita proses dengan pendekatan lunak. Kalau sulit, akan ditindak tegas. Semua harus matang dulu baru diputuskan," tukasnya.
Sementara itu mengenai "zona merah" di Papua khususnya Kabupaten Nduga, Presiden mengatakan dirinya sudah bertanya ke bupati dan gubernur bahwa kondisinya baik.
"Kondisinya baik sehingga saya mau datang ke sini, kenapa takut," ujarnya, menegaskan.
Mengenai listrik yang padam saat dirinya di Papua, Jokowi mengatakan ada atau tidak ada presiden, kalau mati ya mati.
"Itu tidak hanya di sini saja karena memang ada krisis listrik," tambahnya.
Dalam kesempatan kunjungan ke Pasar Nduga, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sempat berbelanja sejumlah barang.
"Beli jeruk nipis, pisang, cabai, barangnya bagus-bagus. Tempatnya (pasarnya) memang sedang disiapkan Pak Bupati," tutur Presiden dalam kunjungan yang juga diikuti Menteri PUPR Basuki Hadimulyono dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Presiden menyebutkan dengan penduduk 198.000 jiwa memang daerah itu memerlukan pasar yang lebih baik. "Harus punya pasar sendiri," katanya.
Daerah Terisolasi
Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe menyebutkan Kabupaten Nduga merupakan daerah terisolasi sehingga pembangunan berbagai sarana khususnya jalan terus dilakukan.
"Tidak ada presiden yang pernah datang ke sini. Presiden Jokowi yang pertama ke sini karena di sini terisolasi, ini luar biasa," ucap Lukas Enembe.
Ia menyebutkan dengan pembangunan infrastruktur jalan yang saat ini sedang dikerjakan maka 11 kabupaten di Papua nantinya akan menjadi terhubung.
Sementara itu Bupati Nduga Yairus Gwijangge mengatakan selain pembangunan jalan yang menghubungkan ke Wamena, pemerintah setempat merencanakan pembangunan fasilitas lain seperti rumah sakit, fasilitas perkantoran, dan pelabuhan.
"Ini merupakan kabupaten baru yang dimekarkan 4 Januari 2008 dari Kabupaten Jayawijaya," imbuhnya.
Ia menyebutkan kabupaten tersebut merupakan daerah persinggahan bagi warga yang akan ke wilayah lain seperti Kabupaten Lani Jaya, Tolikara dan Puncak Jaya.
Sementara itu untuk menjangkau Kabupaten Nduga, Presiden Jokowi dan rombongan yang bertolak dari Wamena Kabupaten Jayawijaya menggunakan pesawat Hercules menuju Timika.
Dari Timika kemudian Presiden Jokowi menumpang Helikopter Superpuma milik TNI AU yang memerlukan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Pewarta: Agus SalimEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.