Masyarakat harus menyadari bahwa setetes darah yang mereka miliki sangat berguna...Pangkalpinang (Antara Babel) - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap masyarakat lebih peduli terhadap sesama dengan cara mendonorkan darahnya.
"Masyarakat harus menyadari bahwa setetes darah yang mereka miliki sangat berguna bagi yang membutuhkan mengingat saat ini stok darah di PMI minim bahkan beberapa hari yang lalu sempat kosong," ujar Wakil Direktur Unit Donor Darah Kota Pangkalpinang, dr Rizki Cinderasuci, Rabu.
Menurut dia, kesadaran masyarakat Babel menjadi pendonor rutin masih rendah sehingga PMI harus lebih gencar mendorong masyarakat untuk lebih peduli.
Ia menambahkan, sebagian besar masyarakat mendonorkan darahnya hanya pada momen-momen tertentu.
"PMI Pangkalpinang harus lebih familiar di tengah masyarakat seperti daerah-daerah lain yang justru masyarakatnya banyak yang sudah menjadi pendonor tetap. Mereka sudah terbiasa menempatkan PMI sebagai wadah untuk menyalurkan kepedulian kepada sesama dengan mendonorkan darah, bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup," jelasnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan permintaan darah yang masuk ke PMI Pangkalpinang perhari rata-rata mencapai 45 kantong, sedangkan donasi sukarela yang didapat hanya mencapai 20 kantong dan itu pun sudah termasuk yang didapat dari program unit keliling.
"Stok darah itu sifatnya fluktuatif, padahal darah itu sangat-sangat dibutuhkan pada saat-saat genting seperti musim demam berdarah dan banyaknya terjadi kecelakaan," ujarnya.
Berbagai upaya yang dilakukan PMI untuk memenuhi stok darah salah satunya melalui program unit keliling dengan langsung datang dan memberikan sosialiasi sekaligus mengajak masyarakat tergerak untuk mendonorkan darahnya.
"Dalam mendonorkan darah harus diniatkan sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas kesehatan yang diberikan kepada kita dan keluarga kita saat ini sekaligus dapat memberikan kesempatan hidup bagi penerima donor darah," katanya.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.