Saat ini prajurit Babinsa, Koramil berserta petani Belitung Timur sedang melakukan penanaman padi sawah seluas 230 hektare.Pangkalpinang (Antara Babel) - Korem 045 Garuda Jaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu petani di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menanam padi guna mempercepat program swasembada pangan di daerah itu.
"Saat ini prajurit Babinsa, Koramil berserta petani Belitung Timur sedang melakukan penanaman padi sawah seluas 230 hektare," kata Kepala Penerangan Korem 045 Garuda Jaya, Mayor Inf Yuliansa Fitra, di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan peningkatan hasil panen padi merupakan upaya khusus dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri di daerah ini.
"Kegiatan ini merupakan implementasi dari program pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi padi, kembali dilanjutkan oleh Korem 045 Garuda Jaya dan jajarannya," ujarnya.
Ia mengatakan pada akhir tahun lalu, hampir seluruh wilayah provinsi ini dilanda kekeringan karena musim kemarau panjang. Namun pada awal tahun ini, curah hujan sudah kembali normal.
"Kesempatan ini tidak disia-siakan prajurit untuk membantu petani menanam padi," ujarnya.
Sersan Kepala (Serka) Aripianto yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Gantung bersama-sama petani melaksanakan kegiatan tanam padi di areal persawahan Danau Nujau Gantung Belitung Timur pada Kamis (14/1).
Menurut dia kegiatan tanam padi ini dilaksanakan karena merupakan kewajibannya sebagai aparat yang harus selalu bekerja sama dengan warga.
Selain itu Babinsa juga diberikan tugas sebagai pendamping para petani dalam program Ketahanan Pangan, dengan harapan dengan adanya campur tangan dari TNI dalam hal ini Babinsa yang terjun langsung pada kegiatan itu, dapat mensukseskan program ini dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
"Kita juga melaksanakan pendampingan pada petani dengan harapan dapat mensukseskan pragram Ketahanan Pangan dalam jangka waktu tiga tahun yang sudah ditetapkan Presiden RI Joko Widodo," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.