Pasokan yang didatangkan dari luar daerah seperti dari Jawa, Palembang, Bengkulu, Lampung dan lainnya mulai tersendat karena gelombang di perairan sering meningkat selama musim hujan.Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga daging ayam di pasar-pasar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik karena stok mulai terbatas akibat pasokan dari daerah sentra tersendat.
"Pasokan yang didatangkan dari luar daerah seperti dari Jawa, Palembang, Bengkulu, Lampung dan lainnya mulai tersendat karena gelombang di perairan sering meningkat selama musim hujan," kata Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Pangkalpinang, Eka Subehi di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan petugas rata-rata harga daging ayam broiler naik menjadi Rp40.500 dibanding sebelumnya Rp32.250 per kilogram, sedangkan harga daging ayam kampung turun menjadi Rp47.500 dari Rp50.000 per kilogram.
"Mungkin peternak ayam broiler mulai mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya karena memasuki musim hujan ayam itu rentan terserang penyakit bahkan terkadang berujung pada kematian, sementara itu stok ayam kampung masih cukup banyak sehingga dapat memenuhi permintaan," ujarnya.
Menurut dia, pasokan tersebut didatangkan dengan menggunakan angkutan jasa laut karena biaya pengiriman lebih murah dibandingkan menggunakan angkutan jasa udara.
"Pengiriman menggunakan jasa angkutan laut juga salah satu upaya untuk menekan tingginya harga daging. Semoga saja pasokan segera lancar kembali dalam waktu yang singkat," katanya.
Ia berharap kenaikan harga tidak terus berlanjut karena dapat memberatkan perekonomian warga.
"Semoga saja pasokan ayam kembali lancar dan harga kembali normal sehingga warga juga dapat memenuhi kebutuhan lainnya," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.