Kegiatan pembinaan KUB nelayan ini kurang optimal karena sumber daya manusia petugas pedamping usaha masyarakat pesisir yang terbatas.Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan sekitar 300 unit kelompok usaha bersama (KUB) nelayan kesulitan berkembang, karena kegiatan pelatihan dan pembinaan kepada nelayan tradisional belum optimal.
"Kegiatan pembinaan KUB nelayan ini kurang optimal karena sumber daya manusia petugas pedamping usaha masyarakat pesisir yang terbatas," kata Kasi Sarana dan Prasana Bidang Perikanan Tangkap DKP Provinsi Kepulauan Babel, Tatang Risani di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan jumlah KUB nelayan tradisional mencapai 400 unit tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.
"Saat ini hanya sekitar 100 KUB nelayan yang teraplikasi atau KUB menjalankan usaha tangkap ikan, pengolahan hasil laut berjalan dengan baik, sementara KUB lainnya terancam bubar," ujarnya.
Ia mengakui KUB yang tidak berjalan dengan baik dan terancam bubar ini, karena tidak tertangani dengan baik seiring SDM tenaga pedamping di pemerintah kabupaten/kota terbatas. Pemkab/pemkot masing-masing hanya memiliki satu orang tenaga pendamping.
"Keberadaan tenaga pedamping KUB ini sangat penting, guna meningkatkan SDM nelayan tradisional dalam mengelola dan mengembangkan usahanya," ujarnya.
Menurut dia saat ini pola pikir nelayan mengembangkan usaha belum seragam. Mereka masih berjalan sendiri-sendiri dalam meningkatkan hasil tangkapan, pendapatan keluarga dan kesejahteraan keluarganya.
"Nelayan belum berfikir jika KUB tidak merupakan sebagai wadah atau milik bersama untuk membangun usaha secara bersama-sama, sehingga kita berupaya merubah pola fikir nelayan tradisional ini," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, KUB yang mendapatkan pembinaan dan pelatihan dengan baik sudah berkembang baik, bahkan aset KUB tersebut sudah mencapai ratusan juta rupiah.
"Kita terus mendorong dan fokus membina KUB yang tidak berjalan dengan baik ini, sehingga nelayan tidak sulit lagi memasarkan hasil tangkap ikan, produk pengolahan dan tidak lagi tergantung dengan tangkulak-tangkulak yang merugikan nelayan," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.