Belitung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memaksimalkan pembinaan pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kualitas produk usaha.
"Pembinaan ini kami anggap cukup penting bagi pelaku UMKM terutama pemula agar usaha yang dikembangkan berjalan lancar," kata Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung Budi Swasta Kartiman di Tanjung Pandan, Jumat.
Dikatakannya, sektor UMKM menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Bangka karena dianggap cukup berkembang dan mampu memberikan kontribusi pada ekonomi masyarakat.
"Pelaku UMKM diberikan pembinaan mulai dari pemasaran produk agar diterima masyarakat luas sampai dengan menjaga kualitas, memilih kemasan produk yang menarik dan aman," kata dia.
Pelaku UMKM disarankan dapat memanfaatkan layanan teknologi media sosial atau online untuk membantu pemasaran produk supaya lebih luas jangkauan pemasaran.
Sebagai daerah wisata, masyarakat di Kabupaten Belitung cukup meminati mengembangkan usaha sektor UMKM dari indikator jumlah UMKM tahun 2021 hanya 20.452 pelaku UMKM dan tahun 2022 meningkat menjadi 21.105 UMKM.
Dari 21.105 pelaku UMKM tersebut meliputi sektor perdagangan 6.738 pelaku usaha, jasa 2.007 pelaku usaha, industri 3.989 pelaku usaha, ternak tani kehutanan dan perikanan (TTHI) 8.359 pelaku usaha dan pertambangan 12 pelaku usaha.
Ribuan UMKM yang dikembangkan masyarakat di Kabupaten Belitung berhasil menyerap ribuan tenaga kerja masyarakat lokal sehingga berdampak positif pada meningkatnya ekonomi.
