Masih ada yang tidak memenuhi azas keadilan, rumah yang permanen dan bertingkat harga PBB-nya lebih murah dari kondisi rumah yang semi permanen.
Sungailiat (Antara Babel) - Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmizi Saat meminta Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) setempat mendata ulang objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

"Masih ada yang tidak memenuhi azas keadilan, rumah yang permanen dan bertingkat harga PBB-nya lebih murah dari kondisi rumah yang semi permanen," kata dia ketika  menyerahkan SPPT PBB Pedesaan dan Perkotaan tahun 2016 di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat, Kamis.

Menurut dua, dengan pendataan ulang dan pengenaan ketetapan pajak yang sesuai dengan kondisi objek pajak sebagai upaya meningkatan pendapatan dari PBB sebagai salah satu Pendapatan Asli Daerah.

"Saya berharap dengan adanya pendataan ulang objek pajak ini dapat memenuhi unsur keadilan bagi masyarakat sehingga pajak yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya," katanya.

Ia mengharapkan semua pihak terkait saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam verifikasi dan pendataan ulang objek pajak. Mulai dari penyesuaian SPPT lama dengan kondisi bangunan saat ini, verifikasi data ganda hingga pendataan tanah dan bangunan yang belum terdata sebagai wajib pajak.

"PBB merupakan pajak potensial guna menunjang pembangunan di Kabupaten Bangka yang hasilnya bisa di nikmati oleh seluruh masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, realisasi penerimaan PBB sektor pedesaan dan perkotaan Kabupaten Bangka tahun 2015 berjumlah Rp4,878 miliar atau 87 persen dari target yang ditetapkan Rp5,6 miliyar.

"Meskipun tahun ini target tidak tercapai, namun kita optimis pada tahun-tahun mendatang akan meningkat," kata dia.

Kepala DPPKAD Bangka, Baharudin mengatakan, target pajak tahun ini memang tidak tercapai namun dalam kurun waktu dua tahun pengelolaan PBB sejak diserahkan kepada daerah telah terjadi trend kenaikan setiap tahunnya.

"Ketika terakhir dikelola Kantor Pajak Pratama Bangka tahun 2013 hanya terealisasi Rp3,6 miliyar, sedangkan ketika sudah dilimpahkan kepada daerah pada tahun 2014 terealisasi Rp4,23 milyar atau naik 17 persen.

Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026