Kalau dihitung dari seluruh pelaku usaha jumlahnya bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar...Muntok (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan kelompok usaha perikanan air tawar di daerah itu merugi sebesar Rp670 juta karena banjir beberapa hari lalu.
"Kalau dihitung dari seluruh pelaku usaha jumlahnya bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar. Angka Rp670 juta hasil pantauan kami pada lima kelompok usaha binaan skala besar kami hitung kerugian sebesar itu, sedangkan kelompok usaha kecil yang jumlahnya mencapai puluhan dan sekitar 100 unit usaha rumah tangga belum dihitung," kata Kepala Bidang Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat Kamso di Muntok, Senin.
Ia menjelaskan, banjir bandang yang terjadi hampir merata di seluruh enam kecamatan di daerah itu membuat kolam pembesaran dan pembenihan milik kelompok binaan meluap dan seluruh ikan hanyut terbawa banjir.
Lima kelompok usaha skala besar binaan pemkab setempat, yaitu Kelompok Bukit Karang Mandiri Kecamatan Tempilang mengalami kerugian Rp197 juta karena dua ton lele siap panen, 40 ekor lele indukan, enam ton bawal siap panen, 350 kilogram nila siap panen, 20.000 ekor bibit lele, dan 12.000 patin hilang disapu banjir.
"Kelompok usaha di Kecamatan Muntok mengalami kerugian sebesar Rp46.350.000 karena lele siap jual dan puluhan ribu bibit lele hanyut, Kelompok usaha di Desa Beruas mengalami kerugian Rp81.000.000 karena 4.000 ekor ikan bawal, 2.000 ekor ikan baung 35.000 nila,
dan sekitar 2.000 gurame hilang terbawa arus yang cukup deras yang terjadi di daerah itu," kata dia.
Ia menambahkan, kelompok usaha Kecamatan Jebus mengalami kerugian sekitar Rp151.000.000 yang terdiri dari induk, bibit dan lele siap konsumsi, bawal, nila dan gurame siap jual hanyut terbawa banjir.
"Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan di beberapa kelompok skala menengah dan rumah tangga produksi agar bisa diketahui secara rinci dampak kerugian banjir beberapa hari lalu karena keterbatasan petugas lapangan," kata dia.
Setelah dilakukan pendataan, kata dia, pihaknya akan segera menyusun laporan ke Pemprov Babel.
Ia berharap pemprov membantu usaha perikanan di Bangka Barat sehingga para anggota kelompok bisa melanjutkan usaha yang sudah dirintis beberapa tahun terakhir.
"Kami juga akan berusaha sekuat tenaga agar bantuan juga bisa disalurkan melalui APBD Kabupaten untuk meringankan beban modal
usaha para pembudi daya ikan air tawar," kata dia.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.