Penurunan tersebut disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil...
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Februari 2016 mengalami penurunan sebesar 0,62 persen dibanding Januari 2016 yaitu dari 102,01 menjadi 101,38.

"Penurunan tersebut disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Kamis.

Dari lima NTP subsektor, jelasnya, subsektor tanaman perkebunan rakyat dan NTP subsektor peternakan masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,50 pesen dan 0,23 persen, sedangkan NTP subsektor tanaman pangan naik 0,46 persen, NTP subsektor hortikultura 0,13 persen dan NTP subsektor perikanan naik 1,67 persen.

Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (It) pada Februari 2016 mengalami penurunan sebesar 0,22 persen dibandingkan dengan It Januaril 2016, yaitu dari 120,49 menjadi 120,23.

"Penurunan itu terjadi karena It subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,05 persen, hal tersebut menunjukkan bahwa andil subsektor tanaman perkebunan rakyat sangat berpengaruh terhadap NTP di provinsi itu," ujarnya.

Sementara itu, It subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,78 persen dari 115,60 menjadi 116,50, It subsektor hortikultura 0,58 persen dari 117,24 menjadi 117,92, It subsektor peternakan 0,22 dari 104,55 menjadi 104,77 dan It subsektor perikanan naik 1,74 persen dari 124,69 menjadi 126,86.

Selanjutnya, kata dia, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Februari 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen bila dibandingkan Januari 2016, yaitu dari 118,12 menjadi 118,60. Kenaikan itu disebabkan oleh naiknya Ib diseluruh subsektor
    
Subsektor tanaman pangan sebesar 0,32 persen dari 118,87 menjadi 119,26, subsektor hortikultura sebesar 0,45 persen dari 116,91 menjadi 117,44, subsektor tanaman  perkebunan rakyat sebesar 0,47 persen dari 118,17 menjadi 118,72, subsektor peternakan sebesar 0,44 persen dari 116,06 menjadi 116,58 dan subsektor perikanan sebesar 0,06 persen 120,46 menjadi 120,53.

Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026