Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan batas toleransi masyarakat internasional terhadap keberlanjutan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina sudah lama berakhir.
Sebagai bagian dari masyarakat internasional, kata dia, Israel harus segera menghentikan aktivitas dan kebijakan ilegalnya di wilayah pendudukan.
"Indonesia dan Dunia Islam siap melakukan langkah-langkah konkret untuk terus mendesak Israel mengakhiri penjajahannya atas Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan di Al-Quds Al-Sharif," kata Kepala Negara.
Indonesia sendiri, kata Presiden Jokowi, menyatakan siap untuk membantu proses rekonsiliasi di Palestina.
KTT-Luar Biasa OKI dihadiri oleh 657 perwakilan dari 55 negara serta dua organisasi internasional guna membahas dua dokumen soal Palestina dan Al Quds Al Syarif (Kota Suci Yerusalem), yaitu dokumen resolusi dan deklarasi.
Presiden menegaskan bahwa KTT ini berhasil mengesahkan dua dokumen yang sangat penting, yakni, pertama, Resolusi yang menegaskan kembali posisi prinsip dan komitmen OKI terhadap Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Resolusi ini diharapkan sejalan dengan kehendak rakyat Palestina.
Kedua, Jakarta Declaration, sebagai inisiatif Indonesia, yang memuat rencana aksi konkret para pemimpin OKI untuk penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.
Menurut Presiden, selama dua hari ini, Minggu-Senin, 6-7 Maret 2016, para pemimpin dunia Islam sepakat merapatkan barisan dan memperkuat persatuan untuk menggelorakan kembali dukungan terhadap rakyat Palestina.
Presiden Jokowi menyambut baik dan mengucapkan terima kasih serta siap bekerja sama untuk mendukung implementasinya.
"Pertemuan hari ini adalah untuk memperkuat 'outcome' dokumen yang akan dibahas para kepala negara-pemerintahan besok 7 Maret 2016. Selain itu, Pertemuan Luar Biasa OKI ini adalah bagian dari peran aktif Indonesia di dunia Internasional sebagai pilar ke-empat prioritas politik luar negeri Indonesia," kata Menlu RI Retno Marsudi pada pernyataan pers seusai pertemuan luar biasa tingkat menteri ke-5 OKI untuk Palestina dan Al Quds Al Sharif.
Pewarta: Martha Herlinawati SimanjuntakEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.