Pertumbuhan aset perbankan di Babel tersebut, didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dari Rp13,14 triliun menjadi Rp14,23 triliun atau tumbuh 8,29 persen (yoy).Pangkalpinang (Antara Babel) - Aset perbankan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh 7,94 persen (yoy) dari Rp14,28 triliun menjadi Rp15,41 triliun selama tahun 2015.
"Pertumbuhan aset perbankan di Babel tersebut, didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dari Rp13,14 triliun menjadi Rp14,23 triliun atau tumbuh 8,29 persen (yoy)," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Babel, Bayu Martanto di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menambahkan, sementara itu dari sisi penyaluran dana kredit dapat tumbuh sebesar 4,54 persen(yoy) dari Rp13,64 triliun menjadi Rp14,26 triliun.
Menurut dia, perkembangan perbankan di Babel tergolong masih cukup baik, bahkan dapat tumbuh di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi hampir di seluruh dunia.
"Perbankan di Babel saat ini semakin menunjukkan kedudukan yang strategis dalam perekonomian nasional melalui perannya sebagai penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas sistem keuangan yang sehat dinamis dan bekelanjutan," katanya.
Lebih lanjut Ia sampaikan, pertumbuhan DPK yang lebih besar dari pertumbuhan kredit tersebut, mendorong turunya LDR dari 103,80 persen menjadi sebesar 100,21 persen.
"Turunnya LDR disertai dengan peningkatan NPLS, yakni dari 2,09 persen menjadi 4,00 persen," ucapnya.
Ia menyebutkan, semua perbankan harus bisa mendorong minat masyarakat untuk bisa menyimpan dananya di perbankan, agar lebih bermanfaat.
"Sebagian masyarakat menyimpan uang mereka di rumah seperti di bawah kasur, sehingga tidak terjamin kemanannya. Ada baiknya masyarakat menyimpan uang mereka di bank sehingga dapat membantu mendorong perekonomian Babel dan uang mereka aman," ujarnya.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.