Pasokan didatangkan dari daerah sentra secara kontinyu, semoga pasokan tetap lancar ditengah cuaca buruk yang melanda perairan di daerah iniPangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat harga beras di kota itu bertahan stabil karena stok cukup untuk memenuhi permintaan yang masih normal.
Berdasarkan data terakhir dari petugas di lapangan rata-rata harga beras merek RM, TR dan 118/AAA masing-masing Rp12.000 per kilogram, sedangkan stok yang tersisa tercatat sebanyak 2.270,50 ton dan diperkirakan cukup untuk dua bulan ke depan.
"Pasokan didatangkan dari daerah sentra secara kontinyu, semoga pasokan tetap lancar ditengah cuaca buruk yang melanda perairan di daerah ini," kata Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Pangkalpinang, Eka Subehi di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, agar dapat memenuhi kebutuhan warga pasokan beras didatangkan dari luar daerah karena hasil petani lokal masih minim dan belum dapat memenuhi permintaan warga.
"Semoga pasokan terus ditingkatkan untuk menjaga ketahanan pangan di daerah ini dan menjaga harga tetap stabil agar perekonomian tidak semakin melemah," ujarnya.
Menurut dia, untuk mendatangkan pasokan itu pelaku usaha memanfaatkan jasa angkutan laut karena biaya pengiriman lebih murah dibanding memanfaatkan jasa angkutan udara.
"Biasanya pasokan datang lewat jalur laut, namun jika tidak memungkinkan karena gelombang air laut tinggi bisa saja lewat jalur udara dan itu mungkin bisa berdampak terhadap kenaikan harga," ujarnya.
Ia menyampaikan kepada warga agar tidak khawatir terhadap kelangkaan barang atau pelonjakan harga akibat tersendatnya pasokan karena cuaca buruk yang sering terjadi saat ini.
"Selama stok masih tersedia maka warga tidak perlu cemas akan kenaikan harga beras dan kami juga akan memantau pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok itu," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.