Perkembangan kinerja bank syariah di sini cukup menggembirakan bahkan asetnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.Pangkalpinang (Antara Babel) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menilai perkembangan bank syariah di daerah itu cukup baik.
"Perkembangan kinerja bank syariah di sini cukup menggembirakan bahkan asetnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Babel, Bayu Martanto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, aset bank syariah di Babel sampai akhir 2015 mencapai Rp309,12 miliar atau meningkat 12,41 persen dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan aset bank syariah tersebut didorong oleh peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20,16 persen menjadi Rp222,71 miliar, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK bank secara umum yang hanya 8,29 persen," ujarnya.
Lebih jauh ia mengatakan sebagian besar DPK perbankan syariah dalam bentuk tabungan dan deposito dengan pangsa masing-masing sebesar 62,70 persen dan 31,75 persen dari total DPK, sedangkan sisanya dalam bentuk giro sebesar 5,55 persen.
Sementara itu, untuk sisi penyaluran dana mengalami penurunan sebesar 8,75 persen dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya menjadi Rp808,92 miliar.
Sebagian besar pembiayaan disalurkan dalam bentuk pembiayaan modal kerja, yaitu mencapai 39,77 persen dari total pembiayaan dan untuk pembiayaan konsumsi serta investasi masing-masing tercatat 37,64 persen dan 22,59 persen dari total pembiayaan.
"Pertumbuhan DPK yang diikuti dengan penurunan pembiayaan mendorong turunnya FDR dari 478,31 persen pada 2014 menjadi 363,21 persen pada tahun 2015," katanya.
Menurut dia, tingginya FDR diimbangi dengan masih terjaganya non performing financing (NPF) di level 1,96 persen.
Ia menilai potensi pengembangan ekonomi syariah di Babel cukup besar sebab jumlah penduduk muslim lebih banyak.
"Dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 1,5 juta jiwa lebih atau 87 persen dari total penduduknya maka Babel menyimpan potensi sekaligus kekuatan untuk mewujudkan masyarakat yang madani berbasis ekonomi syariah," katanya.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026