"Kota-kota IHK di Sumatera yang berjumlah 23 kota terdapat 18 kota inflasi dan lima kota mengalami deflasi. Untuk deflasi terendah terjadi di Meulaboh yaitu 0,07 persen dengan IHK 122,18 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Sabtu.
Sementara itu, inflasi tertinggi di Bukittinggi sebesar 1,18 persen dengan IHK 123,05 dan terendah di Bengkulu 0,04 persen dengan IHK 129,19.
"Deflasi Tanjungpandan karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran, dua kelompok mengalami kenaikan dan satu kelompok tidak mengalami perubahan," katanya.
Kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,39 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gasdan bahan bakar 0,14 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,01 persen serat kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,037 persen.
Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,05 persen dan kelompok sandang 0,03 persen, sedangkan kelompok kesehatan tidak ada perubahan.
"Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2016 yaitu cabai merah, bawang putih, timun, bawang merah, cabai, rawit, kacang panjang, kendaraan rental, jeruk, apel dan rokok putih, sedangkan yang mengalami penurunan ikan tongkol, sayur kangkung, bayam, sawi hijau, kepiting, daging ayam ras, ikan kembung, kerisi dan selar," ujarnya.
Ia mengatakan, pada Maret 2016 kota-kota IHK di luar Jawa dan Sumatera yang berjumlah 33 tercatat 17 mengalami inflasi dan 16 mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual 0,82 persen dengan IHK 135,79 dan terendah di Singkawang 0,02 persen dengan IHK 122,89.
Sedangkan deflasi tertinggi di Pare-Pare 0,90 persen dengan IHK 119,77 dan terendah di Mamuju 0,02 persen dengan IHK 122,23 persen.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.