"Bimtek Beti Dewi Naik Kelas ini khusus untuk 10 desa terbaik di Kepulauan Babel peraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021, 2022 dan 2023. Jadi ini adalah whats next dari ADWI yang diselenggaraakan oleh Kemenparekraf," kata Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Dwi Marhen Yono di Sungailiat, Jum'at.
Ia mengatakan itu merupakan arahan dari Menparekraf, dan harus memikirkan bagaimana desa wisata yang sudah terkurasi dengan bagus agar ditingkatkan lagi levelnya.
"Ibarat sedang sekolah, kemarin kelas I, tahun ini kita kelas II, tahun depan kita kelas III dan sampai nanti lulus dan menjadi desa-desa yang mandiri," katanya.
Ia meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel untuk membangkitkan sektor pariwisata, baik itu secara digital, maupun dengan bantuan travel agent yang ada di Kepulauan Babel.
Ia meyakini bahwa Kepulauan Babel memiliki potensi yang luar biasa. Ia juga meyakini Kepulauan Babel nantinya bisa menjadi destinasi wisata unggulan seperti daerah lain di Indonesia.
"Program Beti Dewi naik kelas ini kita awali dari Kepulauan Babel, jadi ini adalah yang pertama, ada 10 desa wisata yang sudah terkurasi dengan baik, nanti kami mohon dukungan dari Pemprov Kepulauan Babel, bagaimana supaya teman-teman bisa bangkit, secara digital dan juga dengan support travel agent yang ada di sini," katanya.
"Saya yakin, kalau kita ingin hasil yang luar biasa, tidak bisa kita lakukan dengan cara yang biasa. tapi harus dengan cara yang luar biasa. Kemenangan tidak ada yang biasa tapi harus direncanakan. Saya pikir Kepulauan Babel potensinya luar biasa, saya yakin nantinya Kepulauan Babel jadi destinasi unggulan, supaya nantinya orang-orang dari Jakarta langsung terbang ke sini," katanya.
Menparekraf RI Sandiaga Uno menyebutkan bahwa program Beti Dewi Naik Kelas merupakan bentuk kehadiran Kemenparekraf secara langsung, dalam upaya memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, di sektor pariwisata.
"Ini bentuk kehadiran kami secara langsung dalam bimtek yang kita kemas seperti sebuah kolaborasi, karena ada juga dunia usahanya di bimtek ini. Pemerintah tentunya harus hadir dan memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tadi ada pembahasan terkait pemasaran, pembiayaan, serta ada juga pelatihan dan pendampingan, kita mulai semua di sini," katanya.
Menurut dia Kepulauan Babel sudah bertransformasi dari ekonomi ekstraktif menjadi ekonomi kreatif. Semoga nantinya akan muncul desa-desa wisata kelas dunia. Selain itu, lanjut Menparekraf, harapan dari program Beti Dewi Naik Kelas ini adalah membantu mempromosikan desa wisata serta bagian dari mendemokratisasikan pariwisata.
"Pariwisata itu harus kreatif. Dengan kita menghadirkan ADWI ini, mudah-mudahan desa wisata Indonesia jadi program yang super, tadinya di mana awalnya sulit sekali kita eksekusi, kita harapkan bisa jadi pandemic winner. Mari kita bersama-sama tingkatkan kualitas desa wisata ini. Sekarang kualitasnya sudah nasional, ke depannya harus ditingkatkan jadi internasional," katanya.
Sementara itu Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Babel Suganda Pandapotan Pasaribu menyebut bahwa, memajukan dan mempromosikan sektor pariwisata merupakan satu dari lima program prioritasnya sejak pertama kali dilantik.
Ia menyampaikan pada hari ketiga pasca dilantik menjadi Pj. Gubernur Kepulauan Babel, ia telah mempromosikan sejumlah destinasi wisata di Kepulauan Babel.
"Saya sejak hari pertama dilantik, pariwisata jadi 1 dari 5 program prioritas yang akan saya laksanakan. Di hari ketiga setelah saya dilantik, saya sudah mempromosikan sejumlah destinasi wisata. Ini artinya sangat kita dorong," katanya.
"Sehingga seperti yang sudah dijelaskan pak menteri tadi, kita tidak mungkin terus di tambang, nanti pelan-pelan kita akan geser ke pariwisata salah satunya. Mudah-mudahan, dengan kedatangan bapak menteri di sini, bisa semakin menggairahkan potensi wisata yang ada di Kepulauan Babel," katanya.
Pewarta: Chandrika Purnama DewiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026